Temperatur – Gabungan dari berbagai aliansi mahasiswa di Kota Ternate, Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat 1 Mei 2026.

Aksi berlangsung di dua titik, yakni di kediaman Gubernur Maluku Utara dan Kantor Wali Kota Ternate.

Berbagai persoalan terkait buruh, petani, nelayan, pendidikan hingga lingkungan hidup disuarakan melalui corong harapan

Pengamanan aksi dilakukan ketat oleh jajaran kepolisian.

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto turut turun langsung memantau jalannya demonstrasi bersama personelnya.

Koordinator aksi, Yasir Ashar, dalam orasinya menyebut peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum perjuangan rakyat melawan sistem yang dianggap menindas kaum pekerja.

“Aksi ini menjadi ruang konsolidasi untuk menegakkan hak-hak buruh serta melawan kapitalisme, imperialisme dan militerisme di Indonesia,” ujar Yasir dalam pernyataan sikap massa aksi.

Massa aksi juga menyoroti berbagai persoalan di Maluku Utara, mulai dari dugaan perampasan ruang hidup petani dan nelayan akibat aktivitas industri tambang, hingga persoalan kesejahteraan buruh dan tenaga guru. Mereka juga menyinggung kasus kecelakaan kerja di sejumlah perusahaan tambang di Halmahera.

Dalam aksinya di depan Kantor Wali Kota Ternate, massa sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Situasi sempat memanas saat aparat dan massa terlibat saling dorong, namun aksi tetap berlangsung kondusif.

Demonstrasi berakhir sekitar pukul 18.00 WIT dan massa membubarkan diri dengan tertib.

Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan massa aksi di antaranya menghentikan kriminalisasi gerakan buruh dan tani, menyediakan ambulans laut untuk Batang Dua, Hiri dan Moti, menolak reklamasi di Maluku Utara, menyelesaikan persoalan air bersih di Kota Ternate, mengaktifkan kembali Pasar Sasa, pendidikan gratis hingga menuntut upah layak nasional. **