Temperatur – Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ternate Tengah, di Taman Nukila, Jumat (14/2/2025).

Saat sambutan Tauhid mengatakan, semenjak menjadi Wali Kota ia merancang pelaksanaan Musrembang harus betul-betul berbasis kebutuhan wilayah.

“Ada satu tantangan paling penting di tahun 2025 maupun 2030. Karena, harus melokalisasi kebijakan lokal dan kebijakan pusat, harus terarah agar supaya ada kesamaan harmonisasi,” kata Tauhid.

Menurutnya, pemerintah sedang berupaya melakukan efisiensi anggaran, sehingga untuk tahun 2025 ketika ada keinginan pembangunan di Ternate Tengah, maka harus disesuaikan dengan pendapatan daerah atau kemampuan keuangan.

“Ketergantungan dana transfer pusat, pemkot secara perlahan tidak lagi tergantung pada anggaran transfer. Untuk itu, saya berkeinginan besar di pemerintahan kali ini mendorong peningkatan pendapatan daerah, dengan berbagai perencanaan sudah ada ketersediaan anggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkot mulai memanfaatkan aset daerah untuk dikerjasamakan misalnya pendapatan pajak dari Stadion Gelora Kie Raha.

“Dan ini akan didorong termasuk sport hall, sehingga kita berpikir mencari alternatif bagaimana pengelolaan aset tersebut bisa memberikan kontribusi secara langsung pada pendapatan daerah,” ungkapnya.

Jikalau ada timbal-balik PAD berarti pemerintah hanya fokus pada hal-hal pelayanan dasar saja. Bahkan duafa center sulit dikelola secara profesional karena persoalan keterbatasan.

“Sehingga ke depan kita akan dorong pengelolaan aset, untuk OPD pengelola PAD selama satu bulan dilakukan monitoring dua kali, agar mengetahui potensi PAD yang masuk,” terangnya.

Berikut Usulan Hasil Musrenbang Tingkat Kelurahan, Kecamatan Ternate Tengah:

1. Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, yang menghasilkan 29 Usulan
2. Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, yang menghasilkan 231 Usulan
3. Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, yang menghasilkan 14 Usulan.

temperatur.id
Editor