Temperatur – Pemerintah Kota Ternate sedang mengusulkan 19 situs warisan geologi di Kota Ternate ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk ditetapkan sebagai warisan geologi.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Taufik Jauhar mengatakan, tentu ada manfaat bagi daerah jika Kementerian ESDM telah menetapkan situs-situs yang diusulkan tersebut sebagai warisan geologi Kota Ternate melalui Surat Keputusan (SK). Salah satunya menarik wisatawan datang ke Kota Ternate.

“Tentu akan menarik pengunjung atau wisatawan untuk datang ke Ternate. Kemudian, masyarakat di sekitar kawasan warisan geologi juga akan mendapat manfaat dari sisi ekonomi,” kata Taufik.

Menurut Taufik, usulan sejumlah situs ke kemeterian ESDM untuk ditetapkan sebagai warisan geologi pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena kalau sudah ditetapkan sebagai warisan geologi maka dengan sendirinya orang-orang dari luar akan berkunjung ke Ternate, terutama bagi peneliti atau masyarakat internasional, apalagi kalua kita bisasa sampai di tingkat Geopark Nasiona atau bahkan UNESCO,” tandas Taufik.

Sebagai informasi, 19 situs tersebut adalah Lava Erupsi 1907 di Kelurahan Tubo, Lava Erupsi 1737 Batu Angus di Kelurahan Kulaba, Teras Pantai Tobolol di Kelurahan Tobololo, Lava Erupsi 1763 Pantai Masirete di Kelurahan Sulamadaha, Lava Pahoehoe Sulamadaha di Kelurahan Sulamadaha.

Lava Erupsi 1763 Pantai Jikomalamo di Kelurahan Takome, Maar Tolire di Kelurahan Takome, Endapan Paleotsunami Loto di Kelurahan Loto, Tebing Breksi Togafo di Kelurahan Togafo, Endapan Piroklastik Bukit Afe Taduma di Kelurahan Afe Taduma, Endapan Lahar Kastela di Kelurahan Kastela.

Sumbat Lava Foramadiahi di Kelurahan Foramadiahi, Kekar Lembar Sasa di Kelurahan Sasa Ketidakselarasan Sasa di Kelurahan Sasa, Lapisan Batu Apung Fitu di Kelurahan Fitu, Maar Ngade di Kelurahan Ngade, Endapan Freatomagmatik Kalumata di Kelurahan Kalumata, Lava Mujiumajiko di Kelurahan Faudu, dan Ignimbrite Gurabala Tomajiko di Kelurahan Tomajiko.

***

temperatur.id
Editor