Temperatur – Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly memberi dukungan terhadap proyek perubahan atau inovasi yang digagas Kepala Dinas Perhububgan (Kadishub) Kota Ternate, Mochtar selaku reformer pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2024 Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dukungan ini disampaikan saat membuka Rapat Pembentukan Tim Kerja Efektif dan Focus Group Discussion (FGD) “Si’Batagi” atau Sinergitas Penertiban Retribusi Dengan Giat (kegiatan) yang dipusatkan di aula lantai 3 kantor Wali Kota Ternate belum lama ini

Dalam sambutannya, Rizal juga selaku mentor reformer Mochtar menyampaikan, semangat reformer mengangkat judul “Si Batagi” ini untuk mengoptimalkan retribusi parkir yang selama ini tidak pernah mencapai target.

Dia berharap, melalui Proyek Perubahan (Proper) ini, ada perubahan antara sebelum dan sesudah diimplementasikan di lapangan baik di Gamalama maupun di Bastiong.

Optimalisasi ini, lanjut Rizal harus segera dilakukan, karena selama ini retribusi pada sektor parkir selalu bocor dan sudah bukan rahasia lagi.

“Semua titik yang memiliki berpotensi bocor harus dihilangkan, jadi tinggal reformer ini melakukan analisa terhadap titik-titik yang memiliki potensi tetapi tidak dikelola secara profesional atau masih dikelola oleh para juru parkir (jukir) liat,” ungkap Rizal.

 “Karena pengelolaan parkir perlu dimaksimalkan, perlu dioptimalkan dengan cara mensinergikan program perubahan atau PKN yang digagas hari ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rizal, inovasi ini juga harus disinergikan dengan Perda RPJPD yang baru saja disahkan oleh DPRD Kota Ternate. “Paling tidak Dishub sudah harus menyiapkan dengan matang terkait dengan pengelolaan perkir, layanan kepelabuhanan dan tupoksi Dishub lainnya,” tutur Rizal.

Sementara Kadishub Kota Ternate dalam laporannya menyampaikan, inovasi Si’Batagi mengacu pada visi misi Pemerintah Kota Ternate dalam mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkeadilan (andalan).

“Sehingga tema yang kami ambil yaitu, Transformasi Tata kelola pemerintahan menuju kepemimpinan yang berintegritas dengan adaptif dengan sub tema transformasi sosial menuju masyarakat madani,” ucap Mochtar.

Dia menyebut, ada beberapa hal yang menjadi masalah yakni pelayanan dan penyelenggaraan di bidang perhubungan sehingga dibutuhkan ada satu langkah solutif untuk melayani masyarakat.

“Karena yang kita lihat problem di Kota Ternate saat ini adalah persoalan parkir, dan kami membutuhkan dukungan dari semua pihak. Karena di lapangan, belum terlihat sinergi full antar OPD salah satunya dengan Disperindag, termasuk masih maraknya jukir liar di beberapa titik,” jelasnya.

Selain itu, kata Kadishub Kota Ternate, penarikan retribusi parkir masih dilakukan secara manual.

“Sehingga penerimaan retribusi parkir belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan target retribusi yang belum memenuhi target. Misalnya retribusi parkir tepi jalan umum di tahun 2023 kemarin target kita Rp6 miliar dan baru dicapai Rp1 miliar lebih kemudian retribusi parkir khusus dari target Rp700 juta baru mencapai Rp500 juta,” tandas Mochtar. (red)

temperatur.id
Editor