Temperatur – DPRD Kota Ternate meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menerapkan sistem penagihan retribusi melalui digitalisasi lewat proyek perubahan (Proper) Si Batagi.

Si-Batagi merupakan akronim dari Sinergitas Penertiban Retribusi Melalui Giat (kegiatan), untuk meningkatkan PAD dan memberdayakan juru parkir liar.

Anggota DPRD Kota Ternate, Mohtar Bian mengatakan, sistem penagihan secara digital melalui Si Bagati diharapkan bisa menambah PAD Kota Ternate.

Selain itu, Si Batagi juga diharapkan dapat mencegah kebocoran sektor retribusi parkir sekaligus memberdayakan juru parkir (jukir) liar pada sejumlah titik yang memiliki potensi pendapatan.

“Kami berharap Dinas Perhubungan agar sistem yang rencana dibangun ini dipercepat. Kalau sistem ini digagas lebih awal pastinya PAD melonjak tinggi. Jadi jangan lagi secara manual, karena sudah ketinggalan,” Kata Mochtar.

Dikatakan, sistem penagihan retribusi saat ini, seharusnya bukan lagi dilakukan secara manual. Namun secara digitalisasi.

“Jelas kami sangat mendukung terkait dengan inovasi yang dibangun oleh Dinas Perhubungan. Namun Jukir ini bukan hanya saja di Kota Ternate melainkan juga di daerah luar, tapi kalau julit ini diberdayakan mungkin bisa mencegah los pendapatan,” tandas Mochtar.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Mochtar Hasim mengatakan, proper Si Batagi sudah pada tahap diseminasi dan penyiapan ruang parkir maupun peralatan, sembari menyiapkan aplikasi.

“Memang pertemuan dengan Komisi I DPRD Kota Ternate mendukung proper Si-Batagi ini, dalam rangka untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi retribusi,” terang Mochtar.

Selain itu, guna memberdayakan juru parkir liar, diharapkan dapat menekan atau meminimalisir los potensi retribusi.

“Komisi I DPRD Kota Ternate memang mendukung upaya mendigitalisasi pengaturan objek parkir, karena ada peningkatan dan memberdayakan jukir liar yang akan dilegalkan melalui SK komunitas,” tandas Mochtar. (red)

temperatur.id
Editor