Temperatur – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Inpres Bastiong untuk memantau harga dan stok komoditas.

Sidak ini dilakukan bersama Sekda Rizal Marsaoly dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan.

Saat sidak Tauhid menemukan sejumlah masalah yang berkaitan dengan harga barang. Ada beberapa komoditas yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan harga di Pasar Gamalama.

“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kami memeriksa dua lokasi, yaitu Pasar Bastiong dan Firma Agung (salah satu distributor). Di Pasar Bastiong, kami menemukan perbedaan harga pada beberapa komoditas dibandingkan dengan Pasar Gamalama,” kata Tauhid.

Dia menjelaskan bahwa perbedaan harga tersebut disebabkan oleh distribusi komoditas yang masih berasal dari Pasar Gamalama. Hal ini, kata Tauhid, turut menyebabkan harga barang di Pasar Bastiong menjadi lebih mahal.

“Makanya kami sedang mempertimbangkan untuk mendistribusikan barang langsung ke Pasar Bastiong, agar harga di sana bisa lebih terjangkau dan setara dengan Pasar Gamalama,” ungkap Tauhid.

Sementara itu, terkait dengan kondisi di Firma Agung, Tauhid menyebutkan bahwa harga-harga masih terkendali. Bahkan, beberapa harga barang, seperti terigu, mengalami penurunan.

“Stok barang di Firma Agung masih aman, tidak ada masalah. Bahkan, harga-harga barang dari Natal hingga sekarang masih terjangkau,” terangnya.

Tauhid juga menambahkan bahwa pemantauan harga dan distribusi komoditas akan terus dilakukan guna menjaga kestabilan harga di pasar-pasar tradisional di Ternate. (red)

 

temperatur.id
Editor