Temperatur – Seleksi pengisian jabatan Direktur dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum (PAM) Ake Gaale, Kota Ternate sementara berproses.
Rabu 14 Januari 2026, prosesnya sudah sampai pada tahapan tes psikologi alias psikotes yang dipusatkan di kantor Bappelitbangda Kota Ternate.
Sebanyak 7 orang bertarung di posisi jabatan direktur. Kemudian 3 orang bertarung di jabatan dewas.
Berikut 7 nama calon direktur: Maslan Deis, Noviyanti Armaijn, Muhammad Riswan Ilyas, Hazmin A ST Muda, Halid Thalib, Djasman Abubakar, dan Firman Sjah.
Kemudian 3 nama calon dewas: Anwar Hasjim, Lutfi Buamonabot dan Samin Marsaoly.
Mereka sebelumnya telah lulus dari tahap seleksi administrasi dan diumumkan secara resmi.
Ketua panitia seleksi (pansel), Rizal Marsaoly menyampaikan, jumlah pelanggan PAM Ake Gaale saat ini di angka 32 ribu. Sehingga berdasarkan regulasi: bahwa jumlah pelanggan di bawah 50 ribu, maka direksinya 1 orang. Kemudian dewas juga 1 orang.
Rizal berharap, melalui seleksi ini bisa didapatkan direktur dan dewas yang berkualitas.
“Kita berharap bisa mendapatkan calon direktur yang betul-betul memahami kerja-kerja Perumda Ake Gaale dan masalah air bersih di Kota Ternate,” katanya.
Sekda Kota Ternate ini menyebut, calon direktur yang diharapkan kurang lebih harus mampu memahami masalah ketersediaan air baku atau air tanah di Kota Ternate dengan ide-ide yang solutif.
Kemudian calon dewas juga harus memiliki kemampuan manajerial di luar technical skill (keterampilan teknis) untuk bisa mengawasi hal-hal yang bersifat internal maupun ekternal di perumda.
“Kita ingin mencari calon direktur dan dewas yang benar-benar berkualitas,” ucap Rizal.
Ia menambahkan, setelah psikotes, selanjutnya ada ujian tertulis, penulisan makalah dan rencana bisnis. Kemudian di 22 Januari 2026 adalah tahap wawancara.
Rizal memastikan hasil setiap tahapan akan diumumkan berdasarkan kemampuan atau kualitas peserta.
“Saya akan melaksanakan ini secara profesional dan tidak ada intervensi dari siapapun, saya jamin itu, karena kita butuh sosok direktur yang berkualitas agar bisa menyelesaikan persoalan air,” tegas Rizal.
Ia menyebut, salah satu catatan yang perlu diperbaiki adalah bahwa PAM Ake Gaale selalu mengalami kerugian setiap tahun. Berbeda dengan BPRS yang selalu memberikan dividen ke pemerintah kota.
“Jadi kemampuan calon direktur dalam memperbaiki itu akan diuji saat wawancara. Itu akan menjadi pertanyaan saya. Kenapa tidak bisa seperti BPRS yang selalu memberikan dividen ke pemerintah,” tukas Rizal.
(red)



Tinggalkan Balasan