Temperatur – Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman melaunching Sinergitas Penertiban Retribusi dengan Giat (Si’Batagi) sekaligus mengukuhkan komunitas Si’Batagi di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (6/9/2024).

Si’Batagi merupakan inovasi dari Kepala Dishub Kota Ternate, Mochtar Hasim dalam Diklat Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2024 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor retribusi parkir kendaraan.

Launcing dan pengukuhan yang dirangkaikan dengan penandatanganan dan penyerahan peraturan wali kota (Perwali) tentang tata cara, pelaksanaan pumungutan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dan retribusi tempat khusus parkir secara elektronik itu, dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kepala BPRS Bahari Berkesan, Risdan Harly dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Ternate.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengatakan Si’Batagi merupakan inovasi untuk mendorong pendapatan asli daerah (PAD). Ini sesuai dengan upaya Pemkot Ternate untuk meningkatkan PAD lewat retribusi dan pajak karena Ternate merupakan kota jasa.

Ternate tidak punya sumber daya penyumbang lain, seperti pertambangan sehingga sektor pajak dan retribusi menjadi andalan.

“Termasuk parkir di tepi jalan. Karena, retribusi mejadi penting dalam menyumbang PAD Kota Ternate,” ucapnya.

Dishub adalah satu dari dinas dengan penyumbang PAD tertinggi. Itu karena, berbagai inovasi yang telah dilakukan dan Si’Batagi diharapkan dapat meningkatkan PAD Kota Ternate yang lebih baik kedepan.

“Saat digitaliasi yang digagas Mochtar ini diuji cobakan, PAD mengalami peningkatan,” ungkap Wali Kota Tauhid.

foto bersama di acara launcing Si’Batagi.

Menurutnya, pengunaan digitalisasi di Kota Ternate sebagai keterbukaan retribusi kepada publik dan mencegah kesalahan. Digitalisasi perlu di dorong karena Maluku Utara masih tertinggal untuk pembayaran non tunai menggunakan Qris. Bahkan, penggunaannya masih kalah dari Papua.

Selain itu, Tauhid meminta agar kedepan sistem parkir bisa dirubah seperti yang dirancang Mochtar untuk tempat parkir bertingkat karena keterbatasan lahan di Kota Ternate.

“Ruang publik ini jika memungkinkan maka, mau tidak mau parkir di udara menjadi pilihan,” katanya.

Kepala Dishub Kota Ternate, Mochtar Hasim menuturkan sebagai implementasi proyek perubahan Diklat Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2024 Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Si’Batagi sudah masuk tahap launching.

Launching yang dilakukan langsung oleh Wali Kota ini sebagai penanda kedepan dimulai perubahan untuk mengoptimalkan PAD sektor retribusi parkir.

Melalu proper Si’Batagi, pengelolaan ke depan akan dirubah ke digital dengan sistem mobile parking system. Dishub akan komunikasi dengan pihak ketiga untuk, menyiapkan aplikasinya sehingga menu-menu yang ada dalam aplikasi bisa terkontrol.

Lewat aplikasi mobile parking system bisa ditahui berapa retribusi yang masuk di setiap titik penagihan. Alat digital tersebut sangat diharapkan dapat mengoptimalkan PAD.

“BI dan BPRS sudah luncurkan barcode agar bisa digunakan. Maka, pembayaran retribusi tidak hanya dilakukan secara manual tapi, non tunai juga bisa,” katanya.

Petugas mulai Senin (9/9/2024) akan dibekali cara penggunaan bacode dan dibuatkan gantungan untuk setiap petugas Si’Batagi sehingga, masyarakat yang melakukan pembayaran non tunai bisa terlayani.

“Dua bacode sudah diserahkan wali kota ke Dishub untuk bisa digunakan,” ujarnya.

Barcode terbagi dua, karena untuk 2 objek. Ada parkir di tepi jalan umum dan parkir pada kawasan khusus. Bacode ini sudah dihubungkan ke rekening kas umum daerah atau RKUD Kota Ternate.

Mochtar huga menyebut, bersamaan dengan launcing, ada 30 juru parkir liar yang dikukuhkan oleh wali kota menjadi komunitas Si’batagi di bawah naungan Dishub. Itu artinya, para jukir tersebut legal dalam melakukan penagiahan retribusi parkir. Harapannya di setiap titik yang tidak terjangkau petugas Dishub, bisa terisi langsung oleh komunitas Si’batagi.

Menurut Mochtar, jumlah komunitas Si’batagi kedepan masih akan bertambah karena Dishub mulai menjajaki dan berkomunikasi dengan para jukir liar di depan Muara Mall, Bastiong, Dufa-Dufa dan Benteng Oranje.

***

temperatur.id
Editor