Temperatur – Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman resmi melaunching “Si Batagi” atau Sinergitas Penertiban Retribusi Melalui Giat yang digagas oleh Mochtar Hasyim (Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate) pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XIII pada Badan Diklat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada sejumlah harapan yang disampaikan Wali Kota saat melaunching proper tersebut di halaman kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate,  September lalu.

Harapannya Proper Si Batagi ini bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Ternate sektor retribusi parkir.

“Kita tidak punya sumber daya alam seperti pertambangan, sehingga sektor inilah (retribusi) yang menjadi primadona termasuk parkir di tepi jalan, karena memang posisi retribusi ini penting sebagai penyumbang atau penyuplai terbesar bagi PAD Kota Ternate,” kata Wali Kota.

Menurutnya, saat ini ada dua dinas sebagai pelaksana teknis otonomi daerah yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dua dinas tersebut sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang memberikan sumbangsih terbesar bagi PAD Kota Ternate.

“Sehingga dalam beberapa waktu yang lalu berbagai pihak sudah memberikan masukan, saran ke pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah inovatif, upaya kita untuk lebih transparan, lebih akuntabel dalam upaya mendorong agar PAD itu semakin hari semakin baik,” terang Wali Kota.

“Karena memang kita yakin bahwa perbaikan sistem itu penting supaya menghindari adanya fraud atau kesalahan yang bisa dilakukan karena manusianya ini kan belum bisa artinya bahwa kita berharap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi komunikasi atau digitalisasi itu harus direformasi dalam birokrasi pemerintah daerah Kota Ternate. Sehingga saat ini kita mendorong dan melakukan uji coba kemudian dilakukan action lapangan dan memang terjadi peningkatan yang signifikan bagi PAD di Kota Ternate,” tambahnya.

Wali Kota berharap Kepala Dinas Perhubungan yang juga sebagai reformer harus betul-betul berupaya agar pendapatan di sektor perhubungan tahun ini dan tahun depan lebih meningkat dibanding dengan sebelum-sebelumnya.

“Terkait dengan pembayaran non tunai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara beberapa waktu yang lalu melaksanakan kegiatan pekan QRIS, hal itu penting karena Maluku Utara saat ini masih terlambat dalam penggunaan pembayaran non-tunai. Kita kalah dengan Papua, inilah yang menjadi upaya kita melakukan reformasi secara menyeluruh pada sistem peningkatan pendapatan yang ada di kota Ternate,” tuturnya.

Wali Kota menuturkan, selain melakukan perbaikan sistem penting juga diikuti dengan peningkatan infrastruktur.

“Saya sedang berpikir tadi sedikit gambaran animasi untuk sistem parkir yang minimal kita harus rubah, keadaan di Ternate karena memang kondisi lahan kita ini sangat terbatas, perlu ada desain-desain baru, contohnya di Jakarta, karena lahan sempit sehingga dibuat lah tempat parkir di atas. Nah ke depan mungkin, dengan kondisi lalu lintas yang begitu padat saat ini, tidak menutup kemungkinan kita akan mengambil terobosan-terobosan itu,” pungkasnya. (red)

temperatur.id
Editor