Temperatur – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Mochtar Hasyim merangkum seluruh proses rancangan hingga pelaksanaan dari gagasan Sinergitas Penertiban Retribusi Dengan Giat atau Si Batagi dalam sebuah majalah edisi khusus yang diterbitkan 1 Oktober 2024.
Si Batagi merupakan konsep proyek perubahan (proper) yang digagas Mochtar Hasyim sebagai peserta dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2024 pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mochtar dalam pelatihan kepemimpan tersebut dimentoring oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Kemudian dibimbing oleh Dr. rer. publ, Dra. WURYANI, M.Si sebagai coach.
Proper Si Batagi pada dasarkan diciptakan untuk merubah sitem penagihan retribusi parkir di tepi jalan umum yang awalnya manual berubah dengan konsep digital menggunakan alat.
Di samping itu juga untuk meminimalisir potensi kebocoran pendapatan retribusi, sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Mochtar menyebut, masalah parkir menjadi dinamika kota yang harus segera dibenahi secara bertahap.
“Masalah parkir masih menjadi permasalahan yang perlu kami optimalkan, untuk pendapatan asli daerah. Olehnya itu, kami memilih untuk bersinergi dalam pembenahan parkir ini,” ujar Mochtar.
Untuk memaksimalkan pendapatan melalui sekor retribusi, Dishub telah merekrut juru parkir (jukir) liar untuk diberdayakan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah untuk mengoptimalkan pendapatan melalui retribusi parkir.
“Melalui proyek perubahan ini, baiknya kami melakukan sentuhan pemberdayaan, untuk dirangkul dan dibentuk dalam satu komunitas “Si BATAGI,” ungkap Mochtar.
“Sekarang ini, di tahap pertama sudah ada 30 jukir yang bergabung dengan Dishub Kota Ternate dalam bingkai “S iBATAGI, mereka sudah mendapat pelatihan untuk memaksimalkan kinerja di lapangan,” tuturnya.
Melalui program itu pula, Mochtar berharap para jukir yang bergabung bisa memaksimalkan PAD dan potensi-potensi kebocoran dapat diminimalisir. (red)



Tinggalkan Balasan