Temperatur — Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman membuka Focus Group Discussions (FGD) yang digelar oleh Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate.
Kegiatan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (6/2/2025).
Tujuan FGD ini adalah untuk mengumpulkan informasi mendalam mengenai kondisi anak dan remaja dengan disabilitas di Kota Ternate terkait dampak perubahan iklim, serta mendapatkan perspektif dan rekomendasi dari setiap pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan ketahanan masyarakat
FGD ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian IKDM untuk menggali informasi mendalam dan menyusun langkah-langkah strategis dalam mendukung kelompok rentan.
IKDM Kota Ternate saat ini bermitra dengan NLR Indonesia dan melaksanakan penelitian tentang dampak perubahan
iklim terhadap anak dan remaja dengan disabilitas di Indonesia dengan lokasi penelitian di Kota Ternate, Maluku Utara.
NLR Indonesia adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pemberantasan kusta dan peningkatan inklusi bagi penyandang disabilitas, termasuk anak-anak dan remaja, di berbagai wilayah Indonesia.
Wali Kota, M Tauhid Soleman mengatakan, beberapa waktu lalu Pemkot Ternate juga sudah melaksanakan FGD tentang pekerja rentan.
Tauhid bilang, perlindungan terhadap pekerjaan rentan akan dimasukkan dalam RPJMD Kota Ternate 5 tahun ke depan.
“Alhamdulillah kebijakan kita untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan di Kota Ternate, 5 tahun ke depan ini menjadi bagian dari RPJMD,” kata Tauhid saat sambutan.
Tauhid mendukung FGD ini karena dianggap penting dalam mendukung kelompok rentan. Bahkan, perlindungan terhadap pekerja rentan masuk dalam 8 program prioritas pemkot Ternate.
“Selama tiga tahun lebih menjalani di pemerintahan ini (sebagai wali kota), kebijakan untuk memberi perlindungan kepada pekerja rentan sudah kita lakukan,” tutur Tauhid.
Bahkan Ternate mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dalam bentuk penghargaan terkait kepesertaan jaminan Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan.
“Alhamdulilah kita juga melegalkan dalam peraturan wali kota kepada 15 pekerja rentan kita,” ungkap Tauhid. (red)



Tinggalkan Balasan