Temperatur – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. M. Baiquni, M.A pada Selasa 5 Mei, kemarin.
Pertemuan itu membahas pengembangan Benteng Oranje sebagai pusat pendidikan berbasis sejarah, bisnis, dan kebudayaan.
Sekaligus sebagai upaya memperkuat city branding Ternate sebagai Kota Rempah, yang memiliki jejak historis kuat dalam jalur perdagangan rempah dunia.
Benteng Oranje sebagai salah satu simbol penting era perdagangan diproyeksikan tidak hanya sebagai situs heritage, tetapi juga sebagai episentrum baru aktivitas edukasi, kreativitas, dan kolaborasi global.
Dalam diskusi, kedua pihak menghasilkan gagasan kolaboratif untuk mengoptimalkan Benteng Oranje sebagai living laboratory atau laboratorium hidup lintas disiplin.
Konsep ini mengintegrasikan nilai sejarah rempah, kewirausahaan berbasis komoditas kreatif, kepemimpinan, serta diplomasi budaya dalam satu ekosistem pembelajaran yang aplikatif.
Lebih jauh, Benteng Oranje dirancang sebagai Creative Hub Rempah, yaitu ruang kolaboratif yang mempertemukan pelajar, akademisi, pelaku industri kreatif, hingga komunitas lokal.
Di dalamnya akan dikembangkan berbagai aktivitas seperti inkubasi bisnis berbasis rempah, pengembangan produk kuliner kreatif, pameran budaya, hingga forum inovasi yang mengangkat identitas Ternate sebagai pusat rempah dunia.
Salah satu inisiatif strategis yang diusulkan adalah program pertukaran pemuda dan pelajar internasional, khususnya dengan Belanda, mengingat keterkaitan sejarah kolonial dan perdagangan rempah yang erat.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya dan jejaring global generasi muda Ternate.
Selain itu, akan dikembangkan program youth training dan capacity building yang berfokus pada penguatan keterampilan bisnis, kepemimpinan, serta inovasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Sektor kuliner rempah akan menjadi salah satu fokus utama sebagai bentuk konkret penguatan identitas Kota Rempah dalam ekonomi modern.
Sekda Kota Ternate juga menyampaikan undangan kepada Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. untuk menjadi narasumber dalam Seminar Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang.
Kehadiran sang prof diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan kota pusaka yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik, sekaligus menegaskan transformasi Benteng Oranje sebagai hub kreatif dan pusat pembelajaran berbasis sejarah rempah, yang akan memperkuat posisi Ternate di panggung nasional maupun internasional.
“Benteng Oranje akan dikembangkan sebagai living laboratory lintas disiplin sekaligus Creative Hub Rempah—ruang kolaborasi bagi pelajar, akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Fokus program meliputi pendidikan berbasis sejarah, inkubasi bisnis rempah, pengembangan kuliner lokal, serta pelatihan kepemimpinan generasi muda,” terang Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly.
Selain itu, juga direncanakan program pertukaran pelajar internasional, khususnya dengan Belanda, untuk memperkuat diplomasi budaya dan jejaring global.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mentransformasi Benteng Oranje menjadi pusat edukasi dan inovasi berbasis warisan sejarah, sekaligus memperkuat daya saing Ternate di tingkat global. **

Tinggalkan Balasan