Temperatur – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 sebesar 4,46 persen. Angka tersebut meningkat dibanding Februari 2025 yang tercatat 4,26 persen.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan kenaikan TPT terjadi sebesar 0,19 persen poin dalam kurun satu tahun terakhir.

“Secara umum terjadi peningkatan TPT pada Februari 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Simon Sapary dalam keterangan resmi BPS yang diterima media ini, Kamis 7 Mei 2026.

Dalam data BPS, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,33 persen atau naik 0,54 persen poin dibanding Februari 2025. Sementara TPT perempuan sebesar 4,66 persen dan mengalami penurunan sebesar 0,38 persen poin.

Menurut wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di perkotaan jauh lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan mencapai 5,70 persen, sedangkan perdesaan berada di angka 3,80 persen.

“Perkotaan mengalami kenaikan pengangguran sebesar 1,91 persen poin, sedangkan wilayah perdesaan turun 0,66 persen poin,” kata Simon.

BPS juga mencatat lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Kelompok pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 memiliki tingkat pengangguran tertinggi sebesar 7,57 persen.

Di sisi lain, tingkat pengangguran paling rendah berasal dari kelompok pendidikan SD ke bawah, yakni sebesar 1,48 persen.

Sementara berdasarkan distribusi pengangguran, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih mendominasi dengan persentase mencapai 43,39 persen pada Februari 2026.

Dengan demikian, data ini menunjukkan perlunya penguatan kualitas sumber daya manusia dan penyesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Dimana, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi penting agar dapat memperluas kesempatan kerja, terutama bagi lulusan muda dan tenaga kerja terdidik. **