Temperatur – Tiga korban jiwa peristiwa banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara belum ditemukan.

Untuk mencari korban yang tersisa itu, Polisi menerjunkan satu ekor anjing pelacak atau SAR Dog untuk membantu.

Anjing pelacak milik Polda Maluku Utara itu diterjunkan ke lokasi pada hari ini, Senin 26 Agustus 2024, atau hari kedua pencarian korban. Meski begitu, anjing pelacak tersebut tak lama dioperasikan.

Brigpol Jhoni Tuhurima mengaku, penggunaan anjing pelacak hanya sebentar karena banyak masyarakat dan Tim SAR yang berada di lokasi kejadian.

Karena menurut Jhoni, satwa seperti anjing pelacak harus memiliki ruang yang bebas untuk melakukan pelacakan.

“Makanya kita sudah koordinasi sama Basarnas, besok pagi sekali, anjing pelacak sudah harus dioperasikan,” kata Jhoni, sore tadi.

Dia menyebut indra penciuman anjing pelacak juga masih belum stabil. Hal ini karena baru didatangkan dari Sofifi dan harus membutuhkan waktu untuk istirahat.

“Dia (anjing) harus butuh waktu istirahat untuk pelacakan. Besok kita tetap masih menggunakan satu ekor anjing pelacak untuk melakukan pencarian,” ucapnya.

Menurut Jhoni, anjing pelacak sangat efektif dipakai dalam kondisi genting saat pencarian. Sebab, korban banjir bandang diduga tertimbun lumpur lebih dalam.

Selain itu, akan ada tambahan anjing pelacak jika cakupan wilayah pencarian semakin luas.

“Kita lagi koordinasi, kalau titik-titik pencarian semakin besar, maka minimal harus tambah satu lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai pada hari kedua pencarian petugas telah menemukan totalnya 16 korban jiwa yang meninggal dunia akibat peristiwa banjir bandang pada Minggu (25/8/2024) dini hari itu.

Data kolektif dari Kelurahan menyebutkan korban jiwa yang meninggal atau belum ditemukan berjumlah 19 orang. Itu artinya, masih ada 3 korban lagi yang masih dalam pencarian.

***

temperatur.id
Editor