Temperatur — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate telah menyiapkan draf edaran yang akan mengatur tentang model kerja aparatur sipil negara (ASN) secara fleksibel.

Kepala BKPSDMD Kota Ternate, Samin Marsaoly menerangkan, ada tiga model pengaturan kerja secara fleksibel:

1, Work From Office (WFO) yang berarti bekerja dari kantor. Berlaku pada hari Senin dan Jumat.

2. Work From Home (WFH) yang berarti bekerja dari rumah, juga kantor. Shift- nya akan diatur oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Model ini berlaku pada hari Selasa dan Rabu.

3. Work From Anywhere (WFA) yang berarti bekerja dari lokasi lain (selain rumah/kantor). Berlaku pada hari Kamis.

“Pemerintah kota sudah menyiapkan surat edaran wali kota terkait dengan pelaksanaan kerja secara fleksibel,” kata Samin, Jumat 9 Januari 2026.

Model ini berlandaskan pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) nomor 4 tahun 2025 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN secara fleksibel. Ini juga bagian dari efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas ASN.

Ia menyebut, pemberlakuan model kerja ASN secara fleksibel tinggal menunggu persetuan wali kota terhadap draft yang sudah disusun. Rencananya akan mulai berlaku pekan depan, 12 Januari 2025.

“Ini (model) masih dalam bentuk rancangan, tinggal menunggu persetujuan pak wali kota. Insya Allah dalam waktu dekat sudah ditetapkan,” ucap Samin.

Ia menerangkan, untuk model kerja di luar kantor ini tidak berlaku bagi OPD pelaksana pelayanan langsung, mulai dari pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, persampahan, pekerjaan umum, pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil, pelayanan di kelurahan dan kecamatan, pelayanan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana, perizinan, OPD pengelola PAD, dan pelayanan sentra ekonomi yang aktif.

Target dari model kerja secara fleksibel ini adalah efisiensi, mulai dari penggunaan listrik, air, internet dan lain sebagainya.

Samin menyampaikan, model kerja ASN secara fleksibel masih akan dievaluasi.

“Kita akan lihat dalam satu bulan ke depan, ada efisiensi yang signifikan atau tidak dalam pemberlakukan model kerja secara fleksibel ini. Satu bulan sampai dua bulan kita akan evaluasi,” tandasnya.

 

(red)

temperatur.id
Editor