Temperatur.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate terus melakukan persiapan jelang pelaksanaan Kongres ke-VII dan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII.

Kota Ternate menjadi tuan rumah atas kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 itu.

Tema yang diangkat adalah “Ternate Episentrum Rempah Dunia.”

Siang tadi, Rabu, 13 Mei 2026, dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) pembahasan agenda tersebut yang berlangsung di lantai III Kantor Wali Kota Ternate.

Rakor dipimpin langsung oleh Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, didampingi Sekda Rizal Marsaoly selaku Ketua Panitia JKPI 2026 dan Kepala Kepala Dinas Kebudayaan Ternate, Rukmini A. Rahman.

Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak terkait lainnya juga hadir.

Ketua Panitia JKPI 2026, Rizal Marsaoly, mengatakan, pelaksanaan JKPI di Kota Ternate sudah teragendakan pada tanggal 26, 27, 28, 29 dan 30 Agustus 2026.

Dalam rapat kali ini, focus pembahasannya adalah pada kesiapan hotel dan venue yang nantinya digunakan selama pelaksanaan JKPI.

“Hari ini kami fokus membahas kesiapan hotel bersama Ibu Kadis dan teman-teman yang ditunjuk untuk mengoordinasikan itu,” kata Rizal usai rapat,

Menurut Rizal, meskipun waktu pelaksanaan masih beberapa bulan lagi, namun panitia mulai melakukan finalisasi terhadap sejumlah agenda dan kebutuhan teknis kegiatan.

“Untuk hotel ini kita clear-kan lebih dulu. Walaupun masih lama, tetapi kita sudah mulai melakukan finalisasi terhadap beberapa agenda acara yang nanti menjadi bagian dalam pelaksanaan JKPI,” katanya.

Selain kesiapan akomodasi dan venue, menurut Rizal, wali kota juga meminta seluruh OPD untuk memberikan perhatian serius terhadap kesiapan fasilitas publik sebagai penunjang suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Beberapa hal yang menjadi perhatian utama di antaranya penanganan sampah, penerangan jalan umum (PJU), hingga kesiapan fasilitas umum di lokasi-lokasi kegiatan.

“Pak wali meminta kesuksesan JKPI tidak terlepas dari kesiapan Pemkot dalam memperbaiki fasilitas yang ada. Persoalan sampah harus rapi, penerangan jalan umum harus terselesaikan, kemudian fasilitas umum di setiap venue juga harus menjadi perhatian,” tutur Rizal.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pimpinan OPD juga telah ditunjuk sebagai person in charge (PIC) untuk masing-masing agenda dan konten kegiatan selama JKPI berlangsung.

Penunjukan PIC dilakukan agar setiap OPD dapat bertanggung jawab langsung terhadap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penjemputan tamu di bandara hingga penyerahan pataka kepada kota pelaksana JKPI berikutnya.

“Tujuannya supaya setiap OPD bisa fokus dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sudah disusun,” tegas Rizal. **