Temperatur – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate bekerja sama dengan Program Studi Matematika FKIP Universitas Khairun (Unkhair), menggelar pelatihan pembuatan Tuala Lipa.
Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam memperkuat pelestarian budaya lokal dengan mendorong Tuala Lipa menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual.
Kegiatan ini turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappelitbangda Kota Ternate sebagai bentuk pemberdayaan perempuan sekaligus penguatan budaya daerah.
Sekretaris Bappelitbangda Kota Ternate, Ronny Aries, mengatakan pelatihan tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kota Ternate, khususnya dalam penguatan nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat Tuala Lipa, tetapi juga menjadi langkah nyata menjadikan warisan budaya sebagai sumber ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan cara membuat Tuala Lipa, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi perempuan menjadi strategi penting dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Keterlibatan mahasiswa Universitas Khairun juga dikaitkan dengan penguatan mata kuliah kewirausahaan melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM), sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung.
Ronny berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pelaku usaha baru yang mampu mengembangkan produk Tuala Lipa secara lebih luas, terutama dalam aspek pemasaran dan inovasi produk.
Selain itu, Tuala Lipa juga diproyeksikan menjadi salah satu souvenir unggulan pada pelaksanaan Rakernas JKPI ke-12 di Kota Ternate.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan pengrajin Tuala Lipa asal Ternate, Ruslan Majid, sebagai narasumber utama.
Ia memberikan pelatihan teknis sekaligus menjelaskan filosofi, proses pembuatan, hingga tata cara penggunaan Tuala Lipa sebagai identitas budaya masyarakat Ternate.
Ronny menambahkan, pelatihan perdana ini diharapkan menjadi awal bagi DWP untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas anggotanya agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Harapannya, DWP tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melahirkan keterampilan produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan