Temperatur – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Penerimaan KKN Mahasiswa dari dua kampus tersebut ditandai dengan apel bersama yang dipimpin langsung Wali Kota Ternate, Dr H. M. Tauhid Soleman, di halaman Kantor Wali Kota, Senin, 22 Juni 2026.

Apel bersama itu juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, para pimpinan OPD, Camat, Lurah, serta jajaran pimpinan dan dosen pendamping dari kedua universitas.

Wali kota dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unkhair dan UGM yang kembali memilih Kota Ternate sebagai lokus pengabdian masyarakat.

“Apel ini bagian dari penerimaan secara resmi dari Pemkot Ternate kepada mahasiswa KKN Unkhair dan UGM. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas lokus pelaksanaan KKN yang dilaksanakan di Kota Ternate,” kata wali kota.

Foto bersama Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly bersama Mahasiswa UGM.

Tercatat ada 1.555 mahasiswa yang diterjunkan, dengan rincian 1.528 mahasiswa dari Unkhair dan 27 mahasiswa KKN-PPM dari UGM.

Menurut wali kota, kehadiran mahasiswa KKN selama ini telah memberikan kontribusi besar, terutama dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Ia menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kota Ternate saat ini adalah masalah lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Berdasarkan data Pemda, produksi sampah di Kota Ternate mencapai 100 hingga 105 ton setiap harinya.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 95 persen telah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara sisanya (5 persen) masih ada yang terbuang ke barangka (kali mati) dan tempat lainnya,” kata wali kota.

Oleh karena itu, ia menilai kehadiran mahasiswa KKN menjadi momentum krusial untuk mengedukasi warga.

“Bersamaan dengan kegiatan KKN seperti ini, menurut kami inilah momentum paling penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. Kolaborasi menyeluruh dari Unkhair maupun UGM ini merupakan kolaborasi yang masif dalam membantu kebijakan kota,” tutur wali kota.

Foto bersama Mahasiswa KKN usai apel bersama di halaman Kantor Wali Kota Ternate.

Wali kota mengimbau semua lurah agar aktif memfasilitasi dan membantu mahasiswa selama menjalankan program kerja di wilayah masing-masing agar kolaborasi berjalan optimal.

Di kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unkhair Ternate, Prof. Dr. Sundari, menjabarkan bahwa KKN tahun 2026 ini dibagi ke dalam beberapa skema strategis :

KKN-PPM UGM (27 Mahasiswa): Fokus pada program pemberdayaan masyarakat umum di Kota Ternate.

KKN Literasi Unkhair (390 Mahasiswa): Bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, mereka akan disebar di 39 titik kelurahan yang memiliki taman baca atau perpustakaan desa.

KKN Reguler Unkhair: Fokus pada program pengelolaan sampah dalam rangka kampus berdampak, literasi cerdas, serta pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN tahun 2026 ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Ternate, baik dari sektor ekonomi, sosial, maupun budaya,” harap Prof. Sundari. **