Temperatur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, memberi pendampingan ke mahasiswa KKN Unkhair di Kelurahan Santiong tentang pembuatan lubang Biopori, pada Sabtu 4 Juli 2026.

Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohammad menjelaskan, kegiatan dalam bentuk sosialisasi itu digagas oleh Mahasiswa KKN Unkhair.

“Jadi dari DLH menyampaikan materi sekaligus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan yang berkelanjutan, termasuk dengan pembuatan lubang biopori ” kata Musli saat diwawancarai, Selasa, 14 Juli 2027.

Menurutnya, menjaga lingkungan agar selalu bersih dan berkelanjutan merupakan tugas bersama. Artinya, tidak hanya oleh pemerintah, tapi butuh kolaborasi dan perhatian bersama, termasuk dengan masyarakat dan mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan).

Melalui sosialisasi ini, Musli berharap mahasiswa KKN bisa menindaklanjuti ke masyarakat dengan melakukan implementasi tentang pelestarian lingkungan melalui pembuatan lubang Biopori di setiap rumah.

Proses pembuatan lubang biopori.

Ia menjelaskan, ada banyak metode tentang pelestarikan lingkungan, termasuk pembuatan lubang Biopori.

Lubang Biopori merupakan lubang resapan silindris di dalam tanah yang berfungsi untuk meningkatkan daya serap air, mencegah genangan banjir, dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos alami.

“Biopori ini sebenarnya sebuah konsep lama tapi sangat penting. Material untuk membuatnya juga lebih murah dan mudah didapat. Bahkan bahan-bahan nya juga bisa diperoleh dari sekitar lingkungan kita,” ujar Musli.

Bahan-bahan dasar pembuatan lubang biopori meliputi pipa untuk menahan dinding lubang kemudian bahan pengisi organik atau sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan potongan rumput serta air.

“Proses pembuatannya juga tidak terlalu ribet dan tidak butuh lahan yang cukup besar,” kata Musli.

“Yang penting dari konsep biopori ini adalah kita memastikan bahwa tidak semua air permukaan harus terbuang sia-sia. Artinya yang ingin kita lestarikan dan kita jaga adalah setiap air permukaan baik itu air hujan maupun yang lainnya tidak semuanya harus bermuara ke kali mati atau ke laut, tapi bagaimana kita berupaya untuk menyimpan dan menjaga ketersediaan air permukaan agar tetap tersimpan di dalam tanah dan menjadi cadangan air yang baik,” terang Musli.

Musli menyebut, jika konsep ini diterapkan di semua lingkungan masyarakat atau rumah-rumah warga, maka ketersedian atau cadangan air tanah pasti akan melimpah. **