Temperatur – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Mohammad, mengatakan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, salah satunya dengan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Menurut Musli, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan TPS3R sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia menyebut, selama ini pola pengelolaan sampah masih berfokus pada pengangkutan dan pembuangan ke TPA. Ke depan, pendekatan tersebut harus diubah dengan menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
“Regulasi terkait pengelolaan sampah sudah tersedia, mulai dari tingkat kementerian hingga pemerintah daerah. Selama ini kita hanya mengangkut sampah dan membawanya ke TPA. Pola ini harus diubah dengan fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk melibatkan pelaku usaha dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” kata Musli, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, volume sampah yang masuk ke TPA Kota Ternate setiap hari mencapai sekitar 105 ton. Namun, masih terdapat sekitar 9,7 ton sampah yang belum terlayani, termasuk di wilayah terluar seperti Pulau Moti, Hiri, dan Batang Dua.
“Secara sistem, pelayanan pengelolaan sampah di wilayah tersebut belum optimal dan masih dilakukan secara konvensional. Karena itu, sudah saatnya pola pengelolaan sampah ramah lingkungan diterapkan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tidak lagi berorientasi pada mengangkut dan membuang sampah, melainkan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
Menurutnya, Dinas PUPR telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah, mulai dari arm roll, dump truck, armada kaisar, hingga bantuan dari Kementerian PUPR.
“Konsep 3R inilah yang harus dioptimalkan. Saat ini Ternate memiliki tiga TPS3R yang berada di Kelurahan Tubo, Gamalama, dan Kalumata. Jika dimaksimalkan, fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah secara signifikan,” kata Rus’an. **

Tinggalkan Balasan