Temperatur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menggelar pelatihan bagi pengelola program imunisasi puskesmas tahun 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit menular.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinkes Halmahera Selatan, Asia Hasyim. Sebanyak 30 peserta yang merupakan pengelola program imunisasi dari berbagai puskesmas di wilayah Halmahera Selatan mengikuti kegiatan ini. Pelatihan juga menghadirkan fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.
Asia Hasyim dalam sambutannya, menegaskan, imunisasi merupakan salah satu program prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Menurutnya, imunisasi menjadi langkah efektif untuk mencegah penyakit menular sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pelatihan ini mencakup penguatan kapasitas teknis peserta, mulai dari manajemen rantai dingin (cold chain), strategi pemerataan cakupan imunisasi, hingga sistem pencatatan dan pelaporan. Peserta juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Alter Totango, menjelaskan bahwa peserta berasal dari 30 puskesmas. Namun, terdapat dua puskesmas yang tidak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut, yakni Puskesmas Wayaloar dan Puskesmas Labuha.
“Dua puskesmas tersebut dinilai sudah memiliki pemahaman yang cukup baik dalam pengelolaan program imunisasi, baik dari sisi teknis maupun pelaporan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penentuan peserta dilakukan berdasarkan rekomendasi tim program dengan mempertimbangkan kebutuhan peningkatan kapasitas di masing-masing puskesmas.
Melalui pelatihan ini, Dinkes Halmahera Selatan berharap para pengelola program imunisasi di puskesmas dapat meningkatkan kompetensi dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam pelaksanaan program imunisasi berbasis pendekatan keluarga.
ebz





Tinggalkan Balasan