Temperatur – Festival Saruma 2025, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara resmi dibuka, Senin 29 Desember 2025. Kegiatan itu dipusatkan di Pelataran UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati, Hasan Ali Bassam Kasuba, didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, sekretaris daerah, dan unsur Forkopimda.
Turut hadir para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan paguyuban dan masyarakat.
Bupati Bassam Kasuba dalam sambutan menyampaikan, Halmahera Selatan sebagai bagian dari kawasan timur Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah. Potensi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan menjadikan Halsel sebagai wilayah dengan kekuatan agromaritim yang strategis.
Selain itu, Halmahera Selatan juga memiliki warisan budaya yang unik dan beragam, yang tumbuh dan hidup dalam nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Saruma serta seluruh etnis yang ada di daerah tersebut.
“Tema Festival Saruma tahun ini, ‘Saruma: Sinergi Agromaritim dan Harmoni Budaya di Timur Nusantara’, mengandung pesan yang sangat mendalam. Tema ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta harmoni sosial di tengah masyarakat,” kata Bassam.
Ia menekankan, potensi agromaritim dan kebudayaan lokal harus dikelola secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan ekonomi kreatif harus saling menguatkan sebagai pilar pembangunan Halmahera Selatan.
Bupati Bassam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atas terselenggaranya Festival Saruma 2025.
Festival ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan visi serta arah pengembangan potensi lokal, sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya berharap Festival Saruma ini tidak berhenti sebagai sebuah seremoni semata, tetapi benar-benar menjadi ruang kebangkitan bersama. Kebangkitan partisipasi masyarakat untuk menjaga, menghidupkan, dan mengembangkan potensi pariwisata daerah, menggerakkan ekonomi kreatif, serta merawat budaya lokal agar tetap tumbuh dan lestari dari generasi ke generasi,” tegasnya.
Bupati Bassam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi, merajut kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri budaya Halmahera Selatan.
“Melalui Festival Saruma ini, mari kita perkenalkan kepada dunia bahwa negeri ini kaya akan nilai, tradisi, dan semangat agromaritim yang menjadi kekuatan masa depan. Langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju kesejahteraan bersama,” tandasnya.
(ebz)



Tinggalkan Balasan