Temperatur, sport — Real Madrid sedang dalam masa sulit. Tidak genap satu pekan, Los Blancos kehilangan 2 gelar. Piala Super Spanyol dan Copa Del Rey.
Di Piala Super Spanyol, Madrid kalah 3-2 dari Barcelona dalam partai final, Senin 12 Januari 2026, dini hari. Tiga hari kemudian, Madrid juga tersingkir dari babak 16 besar piala Copa Del Rey usai kalah 3-2 oleh tim divisi dua, Albacete.
Bukan kebetulan. Dilansir Marca, sejumlah catatan kesalahan menempatkan Madrid di posisi ini.
Kepergian Carlo Ancelotti
Kesalahan besar pertama Real Madrid adalah cara menangani kepergian Carlo Ancelotti. Pengumuman kepindahannya ke tim nasional Brasil bahkan terjadi sebelum klub secara resmi mengkomunikasikan kepergiannya, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ancelotti pergi, sebagian menduga karena ia telah kehilangan kendali atas ruang ganti. Pesannya tidak lagi tersampaikan kepada skuad, yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelengahan yang jelas. Itu adalah peringatan serius pertama bahwa ada sesuatu yang salah dalam tim.
Kepergian Luka Modric.
Kesalahan lain yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini, tetapi yang mulai terlihat sejak awal musim, adalah keputusan untuk tidak memperbarui kontrak Luka Modric. Pemain Kroasia itu ingin bertahan satu tahun lagi di Real Madrid dan telah menunjukkan di lapangan bahwa ia masih pemain yang mumpuni dan berbeda.
Namun, klub memecatnya, dengan alasan sudah waktunya untuk bertaruh pada pemain yang lebih muda. Hari ini, para penggemar Madrid merindukan bakatnya, kepemimpinannya, dan kemampuannya untuk menangani pertandingan dan momen-momen penting.
Modric, di sisi lain, mampu menunjukkan di Milan bahwa ia masih menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia, yang mengungkap kesalahan perhitungan Los Blancos.
Penolakan Merekrut Gelandang
Kroos telah pergi dan pintu keluar telah terbuka untuk Luka Modric. Xabi Alonso meminta seorang gelandang. Target utamanya adalah Martin Zubimendi, tetapi pemain tersebut sudah hampir bergabung dengan Arsenal.
Meskipun demikian, ada opsi lain di bursa transfer yang bisa dieksplorasi. Real Madrid memutuskan bahwa apa yang mereka miliki di skuad sudah cukup. Xabi menginginkan seorang pemain yang cerdas di lini tengah, pemain yang mampu mengatur permainan dan memberikan keseimbangan, tetapi pemain tersebut tidak didatangkan. Hasilnya adalah lini tengah tanpa kendali.
Piala Dunia Antarklub, Pertemuan Pertama dengan Xabi Alonso.
Kendala lain muncul ketika klub memaksa Xabi Alonso untuk pergi ke Piala Dunia Antarklub di luar keinginannya. “Kamu harus ikut sekarang atau tidak akan ada transfer,” kata mereka kepadanya.
Itu bukanlah awal yang baik untuk sebuah proyek yang seharusnya menarik.
Terlepas dari semuanya, sang pelatih meninggalkan kesan yang baik dalam beberapa pertandingan pertamanya, menunjukkan ide-ide yang jelas dan pendekatan taktis yang menarik. Namun, hubungan dengan manajemen klub sudah tegang.
Kasus Vinicius: Kesalahan Paling Serius
Mungkin kesalahan terbesar yang dilakukan Real Madrid dalam beberapa bulan terakhir adalah penanganan situasi Vinicius. Musim lalu, pemain Brasil itu diizinkan untuk tidak menghadiri gala Ballon d’Or, yang menunjukkan dengan jelas sikap berlebihan pemain tersebut di klub.
Musim ini, perseteruan antara Vinicius dan Xabi Alonso berujung pada pemecatan sang pelatih dari klub. Titik baliknya terjadi di El Clasico, ketika pemain Brasil itu tidak menghormati sang pelatih. Klub tidak memihak dan menyatakan dengan jelas bahwa mereka berada di pihak pemain. Hari itu adalah saat proyek Xabi Alonso mulai benar-benar salah arah.
Kurangnya Dukungan Untuk Pelatih
Xabi Alonso tidak pernah merasa didukung. Para pemain sebagian besar mengabaikannya. Mereka tidak mendengarkan instruksi taktisnya atau berkomitmen pada idenya tentang permainan. Pelatih datang dengan dukungan klub untuk mengubah dinamika, menerapkan tatanan taktis, dan membangun tim yang lebih terstruktur.
Namun, pada akhirnya, Florentino Perez sekali lagi memihak ke para pemain. Hasilnya tak terhindarkan: pada hari Senin, kepergian pelatih diumumkan.
Kebisingan Eksternal yang Berlebihan
Kesalahan besar terakhir Real Madrid adalah semua kebisingan eksternal yang mengelilingi klub. Perang terbuka dengan UEFA, bentrokan terus-menerus dengan wasit, upaya untuk mengubah struktur klub, dan masalah di luar lapangan lainnya telah menciptakan iklim yang mengalihkan perhatian dari apa yang benar-benar penting bagi club.
(tmp/mrc)




Tinggalkan Balasan