Temperatur.id – Operasional Rumah Sakit Pratama Wasileo di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), masih terkendala infrastruktur kelistrikan.
Menurut pemerintah setempat, PT PLN meminta perlu adanya gardu dan transformator (trafo) khusus untuk menunjang kebutuhan listrik.
“Dari hasil koordinasi terakhir, biaya riil yang dibutuhkan untuk pengadaan trafo berkisar Rp200 juta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Haltim, Ricky Chairul Richfat.
Sementara anggaran operasional yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pengadaan trafo tersebut.
Solusinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim berencana mengalokasikan anggarannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Rumah Sakit Pratama Wasileo diharapkan bisa segera beroperasi secara optimal. Sumber daya manusia atau SDM-nya (tenaga medis) juga dinilai sudah siap.
Di samping itu, biaya listrik per bulan yang harus ditanggung rumah sakit juga cukup besar. Ditaksir bisa mencapai Rp200 juta hingga Rp400 juta. Angkanya fluktuatif tergantung pada tingkat penggunaan daya.
Penyediaan infrastruktur pendukung kelistrikan idealnya menjadi bagian dari layanan yang disiapkan oleh PLN.
Namun untuk mempercepat operasional rumah sakit demi memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran. **



Tinggalkan Balasan