Temperatur.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memastikan penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2026, telah selesai 100 persen di dalam sistem.

Hal itu menandakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah menayangkan rencana pengadaan sejak awal tahun anggaran. Bahkan, progresnya lebih cepat dari target yang ditetapkan gubernur.

“Alhamdulillah kita bisa selesaikan lebih awal empat hari atau pada 24 Februari dari target yang ibu gubernur tetapkan pada 28 Februari 2026,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Malut Hairil Hi. Hukum, Rabu 11 Maret 2026.

Hairil menjelaskan, berdasarkan data pada sistem RUP per 24 Februari 2026, seluruh paket pengadaan yang telah ditayangkan mencapai 4.212 paket dengan total pagu anggaran sekitar Rp1,7 triliun.

Rinciannya: 2.312 paket penyedia dengan pagu anggaran sekitar Rp945,9 miliar, kemudian 1.611 paket swakelola dengan pagu anggaran sekitar Rp804,1 miliar. Sementara 289 paket penyedia dalam swakelola memiliki pagu anggaran sekitar Rp6,8 miliar.

Menurut Hairil, total pagu anggaran belanja pengadaan tahun 2026 yang telah ditayangkan pada sistem RUP juga mencapai sekitar Rp1,7 triliun atau 100 persen dari keseluruhan rencana pengadaan.

Percepatan penayangan RUP ini menjadi langkah penting untuk memastikan proses pengadaan barang dan jasa di lingkup pemprov dapat berjalan lebih tertib, transparan dan tepat waktu sesuai perencanaan.

“Penayangan RUP lebih awal membuat proses pengadaan berjalan lebih efektif. Termasuk prosesnya di masing-masing OPD juga dapat segera dipersiapkan sejak awal tahun anggaran,” ujarnya. **