Temperatur – Suasana ceria mewarnai peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Sentra Wahana Bahagia Kota Ternate, di Benteng Oranje, Selasa 29 Juli 2026

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali,

Kegiatan ini diikuti peserta didik dari 12 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang didampingi para guru. Beragam permainan edukatif dan aktivitas interaktif disuguhkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kreativitas anak sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Rizal Marsaoly menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan menyiapkan Generasi Emas 2045 tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari dunia pendidikan, PGRI, pegiat literasi, hingga masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar mampu meningkatkan kualitas generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, konsep peringatan Hari Anak Nasional yang memadukan unsur bermain dan edukasi merupakan pendekatan yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga mampu membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan semangat belajar sejak dini.

“Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengembangkan karakter, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi. Inilah fondasi penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Rizal menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.

“Fasilitas belajar tentu perlu terus ditingkatkan, namun keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama agar mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. **