Temperatur – Usai seluruh rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 berakhir, Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate langsung bergerak melakukan pembersihan di sejumlah lokasi kegiatan, khususnya kawasan Benteng Oranje yang menjadi salah satu venue utama pelaksanaan JKPI.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen DLH Kota Ternate dalam menjaga kebersihan kawasan heritage dan ruang publik, sehingga tetap bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
Sejak rangkaian kegiatan JKPI berakhir, personel Satgas Kebersihan dikerahkan untuk menyapu, mengumpulkan, memilah, hingga mengangkut sampah yang masih terdapat di sekitar lokasi kegiatan.
Pembersihan tidak hanya difokuskan di kawasan Benteng Oranje, tetapi juga menyasar area Landmark dan Ngara Lamo Salero yang turut menjadi bagian dari pusat aktivitas selama pelaksanaan JKPI 2026.

Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad turut memantau langsung proses pembersihan untuk memastikan seluruh kawasan yang menjadi pusat perhatian selama perhelatan JKPI tersebut kembali dalam kondisi bersih dan tertata.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel kebersihan yang telah bekerja maksimal, baik selama rangkaian kegiatan JKPI berlangsung maupun dalam proses penanganan kebersihan pasca kegiatan.
“Setelah kegiatan selesai, pekerjaan kita belum selesai. Kita harus memastikan venue dan lingkungan sekitarnya kembali bersih dan tertata. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga wajah Kota Ternate tetap bersih dan nyaman,” ujar Musli, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, pelaksanaan JKPI bukan hanya menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kota Ternate kepada masyarakat luas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan pentingnya kebersihan dalam mendukung keberadaan kota pusaka dan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Karena itu, DLH Kota Ternate mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kawasan Benteng Oranje maupun ruang publik lainnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Masyarakat juga diimbau membiasakan diri mengurangi sampah serta melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Gerakan menjaga kebersihan diharapkan tidak berhenti setelah JKPI 2026 berakhir, tetapi terus menjadi budaya bersama dalam mewujudkan Kota Ternate yang bersih, indah, nyaman, dan berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan