Temperatur — Menyambut pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate terus berbenah mempercantik wajah kota.
Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pengecatan sejumlah fasilitas ruang publik, termasuk gerbang masuk kawasan Zona Ekonomi Terpadu (ZET) dan beberapa titik lainnya di wilayah Kota Ternate, Jumat 21 Agustus 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DLH menciptakan ruang kota yang lebih bersih, tertata, dan nyaman, terlebih menjelang kedatangan para delegasi JKPI dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad, mengatakan penataan ruang publik juga dilakukan untuk mengantisipasi maraknya coretan liar atau grafiti pada sejumlah fasilitas umum.
Menurutnya, coretan liar yang tidak pada tempatnya dapat mengurangi nilai estetika kota serta menimbulkan kesan kumuh dan tidak tertata.
“Ke depan, Pemerintah Kota Ternate melalui DLH akan berupaya menyediakan sarana bagi pengembangan seni dan ruang berekspresi. Dengan begitu, kreativitas masyarakat tetap dapat tersalurkan tanpa mengganggu estetika dan ketertiban ruang kota,” ujar Musli.
Ia menambahkan, penyediaan ruang ekspresi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar kegiatan seni, khususnya seni mural dan grafiti, dapat berkembang secara positif sekaligus memperindah lingkungan.
Penataan dan pengecatan sejumlah fasilitas publik ini diharapkan semakin memperkuat kesan Kota Ternate sebagai kota pusaka yang bersih, tertib, dan memiliki daya tarik bagi para tamu yang datang mengikuti Rakernas JKPI XII. **




Tinggalkan Balasan