Temperatur.id — Kontingen atlet Kabupaten Halmahera Timur siap menuju ke arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara yang akan diselenggarakan di Kabupaten Halmahera Utara.

Kesiapan itu ditandai dengan launching sekaligus pelepasan kontingen atlet pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Acara pelepasan berlangsung penuh energi dan nuansa budaya daerah. Diringi Tarian Nafas Rempah dan semangat Cokaiba menjadi simbol kekuatan dan tekad besar kontingen Halmahera Timur.

Porprov V Maluku Utara akan digelar di Tobelo, Halmahera Utara pada Juni mendatang. Halmahera Timur siap memboyong 174 atlet dengan total 14 cabang olahraga (cabor) ke Negeri Hibualamo itu.

Yakni: Taekwondo, Pencak Silat, Karate, Kempo, E-Sport, Muay Thai, Tenis Meja, Bulutangkis, Sepak Takraw, Sepak Bola, Volly Ball Putra, Tinju dan Panjat Tebing.

Ketua KONI Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menegaskan, kontingen Haltim tidak sekadar meramaikan Porprov. Kontingen ini akan hadir dengan tekad dan target yang besar.

“Hari ini kita sedang melakukan deklarasi tekad. Sebagaimana filosofi Tarian Nafas Rempah yang baru saja kita saksikan, Halmahera Timur adalah tanah para pemberani,”kata Ricky.

“Kita adalah tempat di mana matahari pertama kali menyentuh Maluku Utara. Maka sudah sepatutnya semangat kita menjadi yang paling awal membara dan paling akhir padam dalam kompetisi nanti,” tegasnya membakar semangat kontingen.

Tema besar bahkan sudah disiapkan untuk menjadi kekuatan “Haltim Datang – Haltim Juara”.

Slogan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi pola pikir seluruh atlet dan official yang akan bertanding membawa nama daerah.

Ricky juga berpesan kepada seluruh atlet untuk tanamkan dalam diri bahwa kontingen Haltim tidak  hanya datang ke ajang Porprov sebagai pelengkap.

“Kalian tidak datang hanya untuk bertamu atau sekadar berpartisipasi. Kalian datang untuk menjemput kemenangan,” ujar Ricky.

Ia berpesan, seluruh atlet membawa tanggung jawab besar karena tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga harapan masyarakat Halmahera Timur.

“Kita membawa tiga panji utama yakni, Merah Putih sebagai kehormatan bangsa, panji daerah sebagai harapan seluruh rakyat Halmahera Timur, dan bendera KONI sebagai simbol sportivitas,” tegas Ricky.

Ia juga berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga mental bertanding, disiplin, fokus, dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan. Tidak boleh goyah oleh tekanan lawan.

“Fokus pada target dan eksekusi dengan presisi. Bersinarlah seperti mentari di ufuk timur, tunjukkan sportivitas dan akhlak yang baik sebagai representasi masyarakat Halmahera Timur yang beradab,” pesan Ricky.

Seluruh atlet harus mampu membawa semangat Cokaiba sebagai kekuatan dan motivasi dalam setiap pertandingan. Kekuatan sejati lahir dari jiwa yang tenang namun mematikan.

“Jangan beri ruang bagi keraguan. Jika lawan memberi tekanan, balas dengan kemenangan,” tegasnya.

Di kesempatan ini, Ricky menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, dan pemerintah paerah atas dukungan terhadap pembinaan olahraga di Halmahera Timur. **