Temperatur — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) Review Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman .(RP3KP) Kabupaten Halmahera Timur, Rabu 16 September 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Halmahera Timur bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin tersebut, merupakan bagian dari proses penyempurnaan dokumen perencanaan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Halmahera Timur.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Halmahera Timur, Muliastuti, berharap seluruh peserta FGD dapat memberikan masukan dan berperan aktif dalam proses reviu dokumen RP3KP.

Menurutnya, partisipasi seluruh pihak penting untuk memperkuat substansi dokumen, sehingga menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan dapat menjadi pedoman yang representatif dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Halmahera Timur.

“Berharap dokumen yang dihasilkan dapat menjadi pedoman yang implementatif untuk menentukan arah pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang layak, tertata, berkelanjutan serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Halmahera Timur,” kata Muliastuti.

Sementara itu, saat membuka FGD, Sekda Halmahera Timur Ricky Chairul Richfat menekankan bahwa dokumen RP3KP yang dihasilkan tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus dapat diimplementasikan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Dokumen yang dihasilkan nanti harus dapat diimplementasikan, bukan hanya disimpan di kantor. Karena pengembangan rumah harus sejalan dengan penataan kawasan. Kawasan yang baik akan berimplikasi pada kualitas tempat tinggal yang baik,” ujar Ricky.

Ia menjelaskan, pembangunan perumahan tidak dapat dipandang hanya dari aspek penyediaan rumah, tetapi juga harus memperhatikan keterpaduannya dengan penataan kawasan, infrastruktur, fasilitas pendukung, aspek lingkungan, serta kebutuhan masyarakat.

Dengan perencanaan yang terpadu, kawasan permukiman diharapkan mampu menciptakan lingkungan hunian yang layak, aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain menekankan aspek implementasi, Ricky juga menyampaikan pesan Bupati Halmahera Timur kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam FGD agar memastikan data yang disajikan benar-benar merupakan data riil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pesan Bupati, data yang disajikan harus benar-benar data riil. Karena dokumen yang kita hasilkan ini harus dapat dipakai sebagai rujukan dan pedoman dalam pengembangan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Halmahera Timur,” ujarnya.

Sekda Ricky berharap melalui FGD tersebut dapat terbangun kesamaan persepsi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, sehingga proses reviu RP3KP dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang sesuai dengan kondisi faktual dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Halmahera Timur.

FGD tersebut turut melibatkan perangkat daerah terkait serta akademisi dari Universitas Hasanuddin. Pembahasan diarahkan pada penyempurnaan substansi dan pemutakhiran data sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Halmahera Timur. **