Temperatur – Pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate menjadi fokus pengawasan Fraksi partai NasDem di DPRD. APBD harus tepat sasaran, sehat dan berkualitas.

“Apa yang sudah dianggarkan, output nya harus tepat sasaran,” kata ketua fraksi partai Nasdem, Ghifari Bopeng usai rapat kerja DPRD bersama Pemkot Ternate belum lama ini di Hotel GAIA, Ternate.

Rapat tersebut membahas soal Ranperda APBD-Perubahan (APBD-P)Kota Ternate tahun anggaran 2024 yang baru selesai dievaluasi oleh Pemprov Maluku Utara. Poin-poin yang merupakan catatan dari Pemprov dibahas dalam rapat tersebut.

Di samping itu, persentase mandatori (penganggaran) juga menjadi sorotan karena dianggap belum maksimal.

“Contohnya infrastruktur yang harusnya 40 persen, kesehatan yang harusnya sekian persen, kemudian belanja pegawai yang harusnya 30 persen tapi kita sudah diangka 39 persen,” kata Ghifar.

“Ini perlu menjadi catatan agar ke depan mandatori atau persentase penganggaran ini harus kita capai sesuai dengan perundang-undangan,” harap Ghifar.

Selain itu, Grifar menekankan agar perlu ditingkatkan konsistensi antara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kemudian Kebijakan Umum APBD (KUA) – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Ranperda harus sejalan.

“Artinya apa yang ada dalam RKPD harus contonue sampai pada Ranperda APBD,” tegas mantan ketua KONI Ternate ini. (red)

temperatur.id
Editor