Temperatur – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menetapkan status tanggap darurat usai gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4/2026), pukul 07.48 WIT,pagi tadi.

Gempa tersebut dirasakan cukup kencang di beberapa daerah Maluku Utara, termasuk Kota Ternate. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.

Saat gempa, warga setempat panik dan berlari ke dataran tinggi untuk menghindari potensi tsunami. Sejumlah bangunan seperti rumah maupun tempat ibadah diinformasikan rusak akibat guncangan.

BMKG juga sempat menginformasikan status siaga potensi dini tsunami untuk beberapa wilayah termasuk Kota Ternate. Dalam beberapa waktu kemudian, status tersebut dinyatakan berakhir.

Meski begitu, di Kecamatan Pulau Batang Dua, warga masih tetap mengungsi. Selain karena takut gempa susulan dan tsunami, beberapa warga belum bisa menempati rumah karena rusak.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana mulai berlaku per hari ini. Pemerintah akan melakukan mitigasi awal seperti pendataan dan penyaluran bantuan dalam masa tanggap darurat.

“Hari ini surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tandatangani. Saya juga sudah perintahkan BPBD untuk bergerak ke lokasi bencana di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate,” ujar Tauhid, siang tadi.

Menurutnya, ada sejumlah infrastruktur dasar seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah warga di wilayah Batang Dua dan Pulau Ternate dilaporkan rusak akibat gempa bumi.

“Masyarakat bahkan sempat panik saat gempa terjadi, tapi sekarang laporan yang saya terima sudah kembali normal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly menyampaikan, setelah penetapan status tanggap darurat, pihaknya langsung melakukan kaji cepat dampak dan mengaktifkan posko tanggap darurat bencana yang berlokasi di eks Kantor Wali Kota Ternate.

“Hari ini satgas akan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk korban bencana di wilayah Pulau Batang Dua. Kami juga menurunkan tim ke lapangan untuk mendata korban dan infrastruktur yang terdampak. Tim kami masih bekerja saat ini,” ucap Rizal.

Untuk diketahui, Pemkot Ternate termasuk Pemprov Maluku Utara sejak sore tadi telah mendistribusikan bentuan logistik ke Kecamatan Pulau Batang Dua. **