Temperatur – Kiprah perempuan dalam pembangunan kembali mendapat ruang apresiasi. Ketua TP PKK Kabupaten Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah Bassam, menerima Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026 kategori Pemberdayaan Perempuan bidang penguatan kepemimpinan perempuan akar rumput.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dampak yang dinilai telah diberikan Rifa’at dalam upaya pemberdayaan perempuan, khususnya dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat akar rumput.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dalam rangkaian perdana ASCA 2026 yang berlangsung di Jakarta.
ASCA 2026 merupakan ajang apresiasi yang untuk pertama kalinya digelar Cantika sebagai bentuk penghargaan kepada perempuan yang dinilai telah memberikan kontribusi dan menciptakan dampak nyata di berbagai bidang.
Penghargaan tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari pemerintahan, bisnis, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, teknologi, hingga seni dan kreativitas.
Kehadiran Rifa’at sebagai salah satu penerima apresiasi menjadi catatan tersendiri bagi Halmahera Selatan. Sebagai Ketua TP PKK, ia selama ini terlibat dalam berbagai agenda pemberdayaan perempuan dan keluarga, sekaligus mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri juga hadir sebagai salah satu penerima apresiasi kategori Life Achievement.
Rifa’at menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tempo Group atas penyelenggaraan ASCA 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata pengakuan personal, tetapi juga menjadi dorongan agar perempuan semakin percaya diri untuk mengambil peran dalam pembangunan.
“Semoga dengan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perempuan dalam pembangunan daerah Halmahera Selatan,” ujar Rifa’at, Kamis 17 September 2026.
Ia menegaskan, perempuan memiliki posisi penting dalam menciptakan perubahan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam pembangunan daerah.
“Kami percaya bahwa perempuan tidak hanya hadir sebagai bagian dari perubahan, tetapi juga menjadi penggerak yang menciptakan perubahan itu sendiri,” tuturnya.
Bagi Rifa’at, penguatan perempuan di tingkat akar rumput merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya. Perempuan, menurutnya, perlu mendapatkan ruang untuk berkembang, memimpin, berkarya, serta mengambil keputusan yang memberikan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, penghargaan ASCA 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi energi baru bagi gerakan pemberdayaan perempuan di Halmahera Selatan.
Dari Jakarta, pesan itu dibawa pulang: ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh dan memimpin, mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat tampil sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. **
ebz






Tinggalkan Balasan